by FA Purawan
Penerbit: Imania
Penyunting: Wijdan Aljufry
Penerjemah: Dian Guci
Desain Sampul: Kebun Angan
Desain Isi: Dini Handayani
Tebal: 448 halaman.
Uhm, The Tough Case of Willy Flarkies Chronicles, atau mungkin tepatnya: The Chronic Case of (Disorderly Written) Willy Flarkies (and His) Upside Down World, or Downside World, Which One Is Correct, Anyway, And Oh So Upsidedownsidewayupdownrightdull Storytelling.
Serem amat, judul ini.
Yah, pada kenyataannya tidak seseram itu. Novel dengan judul panjang di atas sesungguhnya merupakan fenomena menarik, setidaknya untuk menggambarkan kesempatan dan kemungkinan luas yang (masih) ada di dalam ranah kepenulisan novel-novel Indonesia. Ada banyak possibilities yang bisa dieksplorasi oleh para aspiran penulis, aspiran penerbit, bahkan (sesuatu yang cukup 'baru' di sini:) aspiran agen literasi.
Agen literasi? Mari kita bicarakan itu setelah ngebahas novelnya dulu.
Novel berjudul unik ini, pada awalnya tak saya lirik, saat saya seperti biasa browsing di toko buku Gramedia. Tak aneh, sebab saya memang khusus hanya memburu novel-novel Fantasy lokal, dan si novel Willy Flarkies, awalnya, dengan judul inggris, tokoh-tokoh bernama barat dan ilustrasi cover ala novel terjemahan, membuat saya mengira buku ini hanyalah salah satu dari sekian banyak terbitan fantasy terjemahan yang latah dengan fenomena Harry Potter. Apalagi dengan endorsemen pak LKH yang tercantum di halaman depan yang nyata-nyata mengatakan bahwa ini novel terjemahan (dari bahasa Inggris).
Saya memang melihat nama lokal: Satrio Wibowo. Saya kira nama penerjemahnya.
Lalu satu kali saya menemukan buku yang tak berplastik. Saya buka halaman depan, saya temukan pula nama Dian Guci sebagai penerjemah. Makin kuat vonis bahwa ini novel terjemahan. Tapi jadinya ada fakta yang nggak masuk logika: Kalau ini novel terjemahan dan nama penerjemahnya Dian Guci, lalu siapa nama Satrio Wibowo di sampul depan? Dan yang membuat saya terbelalak adalah ternyata Satrio Wibowo adalah benar-benar nama pengarangnya.
Lho, ada novel lokal yang terjemahan? Siapa juga pasti garuk-garuk kepala.