Selasa, 26 Februari 2013

Behind The Scene of: Ther Melian Anthology (Shienny MS.dkk, - 2012)

Pengantar dari Om Sotoy:


Menu Fikfanindo kali ini agak berbeda, dan oleh karenanya menjadi istimewa (di antara menu-menu istimewa Fikfanindo yang lain! Hihihihi).

Selama ini kita mencoba belajar dari suatu karya Fantasi menggunakan kacamata reviewer (nan sotoy, sinis, cerdas, manis, optimis, bengis, dan sebagainya). Dari karya-karya ini, kita mencoba menemukan aspek-aspek positifnya untuk kita jadi pembelajaran mengenai penulisan yang baik, dan aspek-aspek negatif sebagai pembelajaran untuk menulis lebih baik lagi.

Lalu, masih ada satu sudut pandang lain yang sebenarnya cukup bermanfaat, yaitu sudut pandang pengarang sendiri, terutama dalam proses produksi suatu karya tulis dari konsep (naskah) sampai menjadi produk akhir. Ini sudut pandang yang unik, yang jarang dibahas. Padahal merupakan salah satu realita yang harus dihadapi oleh seorang penulis, di samping urusan ‘kemeringet’nya mikirin plot, diksi, narasi, dan twist.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini (Ciah!), pengarang serial Ther Melian yang kondang dengan nama pena Shienny MS Berkenan men-share pengalamannya dalam menyusun sebuah antologi yang berdasarkan pada novel serial Ther Melian.

Setelah seral novelnya dibahas oleh Luz di sini, sekarang kita bahas antologinya,… bukan dari sisi konten, melainkan dari sisi POV Shienny selaku pemilik Hak Cipta Serial Ther Melian dan –katakanlah— selaku kurator dari kumpulan cerpen ini.

Mari kita lihat, apa yang bisa kita pelajari dari proses ini! 
Salam, FAPur

=========================================

Behind The Scene of Ther Melian Anthology

By Shienny MS



Yeah, setahun setelah serial Ther Melian selesai diterbitkan, akhirnya buku Anthology atau kumpulan cerita pendek ini menyusul terbit ^o^

Sebenarnya saia nggak nyangka buku ini akan terbit duluan, apalagi mendahului Ther Melian Recollection (novel fantasi lepas dgn setting Ther Melian) karena sebenarnya naskah Recollection sudah lebih dahulu siap, bahkan jauh sebelum ide untuk mengadakan lomba menulis fanfic Ther Melian dimulai.

Ok, mungkin ada yang bertanya-tanya, emangnya apa kaitannya lomba fanfic dengan buku Anthology?

Kamis, 10 Januari 2013

THER MELIAN Series (Shienny M. S.- 2011 - 2012)

Review by Luz B.



Tebal : 390 (Revelation) 460 (Chronicle) 502 (Discord) 509 (Genesis). Plus glosarium
Penyunting : saia tahu ada, tapi nggak ditampilkan di buku
Ilustrasi sampul : Shienny M. S.
Ilustrasi isi: Shienny M. S.


Bagi saia, susah merepiu proyek di mana saia punya keterlibatan, walau sangat sedikit. Tapi akhirnya saia pikir untuk menjadikan ini semacam tantangan baru. Demi experience points gitu. Sapa tahu satu saat saia level up sampai bisa melakukan pembantaian publik terhadap karya-karya sendiri.

Kesulitan lainnya, serial Ther Melian karya Shienny M. S. ini keluar lengkap dalam waktu relatif cepat. Alhasil, salah satu celaan favorit saia, yaitu, "Ea, plot gak selesai dan janjinya dilanjutin di sekuel yang ga keluar-keluar. Cape de~!" langsung batal demi hukum. Jadilah saia harus nyari-nyari celaan lain dahulu. 

Rabu, 13 Juni 2012

MARRIED WITH VAMPIRE: The Queen of Thousand Souls (Joko D. Mukti - 2010)

by FA Purawan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: -
Foto Sampul: Raisa Kanareva/ Shutterstock
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Tebal: 600 hlm.

Sebenernya saya males banget nulis review ini (pengakuan yang bikin hati saya merasa bersalah), apalagi dengan adanya ajang Fantasy Fiesta 2012 yang seru dan bombasis. Otomatis perhatianku teralih. 

Namun ada yang harus saya apresiasi dari trilogi ini. Harus diakui bahwa inilah salah satu "Trilogi" dalam khasanah penulisan Fantasy lokal masa kini yang benar-benar memenuhi janjinya sebagai trilogi, alias dengan sukses menerbitkan ketiga-tiganya ke pasar.  Dedikasi Gramedia Pustaka Utama, dan kerja keras pengarang, boleh diacungi jempol.

Senin, 26 Maret 2012

DUNSA (Vinca Callista - 2011)

Review by Luz B.
 
 
Tebal: 441 halaman plus glosarium
Penyunting : Jia Effendie
Penyelaras : Ida Wajdi dan Fenty Nadia
Pewajah Isi : Aniza Pujiati
Desain Sampul : Dmaz Brojonegoro
 
 
Pada repiu saia sebelumnya saia menyebut rencana saia untuk merepiu satu seri Novel Fiksi Fantasi Indonesia yang terdiri dari empat buku. Tapi sebelum itu, untuk pemanasan, saia akan terlebih dahulu merepiu buku kali ini. Dunsa, karya Vinca Callista.
 
Saia mendengar buku ini dari gosip temen. Katanya Dunsa sempat menjadi trending topic di Twitter. Saia sendiri sih nggak dengar apa-apa. Saking kupernya, kali.
 
Untuk menebus dosa kuper itulah saia akhirnya beli dan baca buku ini. kalau berita trending topic di Twitter itu benar, maka sepertinya itu memang pantas terjadi. Buku ini mengandung beberapa contoh pemakaian elemen-elemen fiksi fantasi yang layak dibahas.
  

Selasa, 13 Maret 2012

ANAK REMBULAN: Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari (Djokolelono - 2011)

by FA Purawan

Penerbit: Mizan-Fantasi
Penyunting: Ary Nilandari
Proofreader: Emi Kusmiati
Desain Sampul: Dodi Rosadi
Ilustrator Isi: Ferly Leriansyah
Tebal: 350 halaman

Inilah, momen yang bisa dirayakan oleh rimba persilatan genre Fantasy Indonesia, yaitu di tengah pertarungan sengit dengan karya terjemahan yang lagi membanjir, eh, sang Master memutuskan keluar dari pertapaannya dan menghajar telak.

Gitu. Kan keren, bro. Boleh dibilang, lima puluh prosen novel terjemahan, akan kukatakan klepek-klepek, jika diadu kualitasnya dengan karya beliau. Iya sih, soalnya banyak juga karya kacrut dari sonoh main bawa aja ke sini, dan di alih-bahasa, lalu ditawarkan sebagai Novel Terjemahan yang (tampaknya) bagus. Begitu dibaca, yaaaahhh. *jedotin pala dulu*

So who's da badass master? Siapa lagi kalo bukan Pak/ Oom/ Mas/ Eyang Djokolelono, diakui sepanjang masa sebagai maestro-nya penulisan fantasy (sci-fi) tanah air (yang dengan rendah hati diakui beliau sebagai: ya jadi maestro karena sendirian aja, gak ada yang mau nulis sci-fi di Indonesia di jaman itu. Hehehe).

Kamis, 22 Desember 2011

THE GREY LABYRINTH - The Search for Merlin #2 (Tyas Palar - 2011)

Review by Luz B.
 
   
Tebal: 265 Halaman
Penyunting : Tantrina Dwi Aprianita
Penyelaras Aksara : N. N. Ananta
Desain Isi : Dini Handayani
Desain Sampul : Tyo Bvs
 
 
Menjelang liburan, saia mau kasih kado untuk pembaca Fikfanindo. Kado kecil doang sih, tapi moga-moga tetap menghibur. 
  
Benernya saia mau kasih kado yang gedean. Toh saia dah diminta untuk ngerepiu sebuah novel seri yang terdiri dari 4 buku. Tapi mengingat novel itu terbitnya relatif cepat, dan sampai sekarang dah sampe seri 3, mendingan saia tunggu sampai buku terakhirnya keluar dulu baru saia repiu.
 
Jadilah saia mutusin untuk bikin repiu buku lain dulu. Pilihan saia jatuh pada The Grey Labyrinth (The Search for Merlin #2) karangan Tyas Palar. Kenapa milih buku ini?
 
Pertama, karena gak tebel. Bacanya cepet.
 
Kedua, kemaren-kemaren saia sempat ngobrol dikit sama pengarangnya. Saia dikasi angin surga sama Mbak Tyas. Katanya karakter-karakter yang saia suka dari novel prekuelnya, The Death to Come, atawa Mampus Bakalan Datang, akan banyak muncul di buku ini. Yeah.
   

Minggu, 20 November 2011

VANDARIA SAGA: Harta Vaeran (Pratama Wirya - 2011)

By Melody Violine

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: N/A
Ilustrasi & Perancang Sampul: Ecky Oesjadi
Tata Letak: Mulyono
Pencipta Hikayat: Ami Raditya
Ilustrasi: Tim Ilustrasi Vandaria Wars
Tebal: 517 halaman

Prakata, sebelum kita mulai.
Fikfanindo kedatangan pena baru lagi untuk mereview karya-karya fiksi fantasi lokal yang semakin cepat dan makin banyak terbit. Kali ini perkenalkan
Melody Violine, salah satu penerjemah sekaligus novelis yang sudah menelurkan dua novel (Teenlit, yang Fantasy-nya kapan, Mel?). Let's sing our welcoming anthem buat Melody, semoga produktivitas reviewnya bisa menyaingi derasnya review-review dari pendekar eksisting fikfanindo... (deras apanya? hehehehe).

Dan satu sisipan komen dari saya: Tak seperti biasanya dimana redaktur senior fikfanindo (Om Sotoy dan Miss Cynis) acap ikut campur ngegeratakin karya review kontributor (yang dipereufimisme dengan istilah 'menyelaraskan-dengan-nada-sok-teu-nya-blog-ini', maka review Melody kami biarkan 'apa adanya'. Soalnya konon review ini mau disertakan dalam lomba review yang diselenggarakan oleh Tim Vandaria Saga. So kami gak usik-usik dulu, biar para juri lebih enak-hati untuk memenangkan review ini (bila menang), atau kami gak disalah-salahkan bila review ini tidak menang (hehehe, Pisss semuanya!)

Salam, FA Purawan


==================================================================

Pertama melihat cover Harta Vaeran, entah kenapa langsung naksir pengen beli, mungkin karena latar belakangnya yang cenderung putih bikin mencolok di antara hamparan cover warna-warni. (Sebenarnya, saya buru-buru beli juga karena takut ga kebagian novel ini di toko buku Depok yang kalo pagi-pagi diskonnya oke banget itu.) Gambarnya bagus tapi sayang posenya biasa banget. Andaikan pose pada bagian "Tokoh-tokoh" yang dipajang di depan pasti lebih sip tapi ga muat kali ya. Artwork-nya membuat saya tidak menyesal telah menjungkir balik dompet (supaya duitnya keluar banyak). Kritik untuk artwork-nya adalah kelima tokoh ini masih terlalu mirip untuk dianggap berasal dari ras-ras yang berbeda.