Rabu, 03 Agustus 2011

ZODIAZ: Sang Penyembuh (Easter Patricia - 2010)

By Luz. B

Penerbit: KataKita
Editor: Joko Pinurbo
Proofreader: Farah Maulida
Desain Sampul: (Sengaja Ga Saia Tulis)
Tata Letak: Cyprianus Jaya Napiun
Tebal: 410 halaman plus glosarium
 
 
Setelah lama nggak bikin ripiu, akhirnya saia menyempat-sempatkan ngetik satu ripiu yang sebetulnya sudah pengen saia buat dari kapan taun. Judul buku yang ingin saia bahas kali ini adalah ZodiaZ: Sang Penyembuh oleh Easter Patricia. (Itu Z-nya gede bukan typo. Memang tulisannya begitu di dalam buku. Lanjut.)
 
Saia akan mengaku kalau (lagi-lagi) repiu saia tidak dilandasi itikad baik, semangat Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Sumpah Pramuka, dan Janji Murid. Kenapa tidak? Karena pikiran pertama saia saat melihat cover buku ini adalah, "Nah, ini baru namanya cover yang minta di****!"
     

Minggu, 01 Mei 2011

NIBIRU - Dan Kesatria Atlantis (Tasaro GK - 2010)

By FA Purawan

(Sumber: copy dari Goodreads.
Kelihatanya belum versi Final)
 Penerbit: Tiga Serangkai
Editor: Sukini
Desain Sampul: Rendra TH
Desain isi: Rendra TH
Penata Letak Isi: Ikhsan
Ilustrator: Bayu Aryo D
Tebal: 690 halaman


Nama besar, Tasaro GK itu. Kedua tanganku jadi gemetar sewaktu  menuliskan review untuk karya Fantasy-nya: NIBIRU Dan Kesatria Atlantis. Takut? Gimana enggak? Pengarang yang satu ini adalah pendekar-tulis yang sudah punya cukup banyak portofolio under his belt--black belt--by the way. Sudah gitu, digelari penulis serba-bisa, pula, akibat kepiawaiannya menulis dalam berbagai genre. Dan yang bikin lebih *ngeri* lagi, buku NIBIRU ini adalah terbitan Penerbit Tiga Serangkai, Solo, yang nggak lain penerbitku juga (Mother company-nya Tiga Kelana yang menerbitkan Garuda-5: Utusan Iblis).

Oh, shut up! Mendingan ngaku aja kalau sebenernya yang terakhir itulah yang bikin aku gemeteran, hehehe. Mau nulis kritis, takut kenapangapa sama buku gue, secara ini udah fase mau masukin buku sekuel, takut 'dikerjain'. Wakakak. Silly silly me...

Sabtu, 02 April 2011

ICYLANDAR: The Elf's Kingdom (Dionvy - 2010)

Oleh Luz B.

 Penerbit: Pustaka Redemptor
Penyunting: Siswi Hapsari
Ilustrasi Sampul: Mario Diaz, Christian Chandra
Ilustrasi: Mario Diaz
Tebal: 684 Halaman

Kadang-kadang, aku berpikir kalau buku di Fikfanindo ini bisa dibagi menjadi empat jenis.

Pertama, Buku O. Nggak ada hubungannya sama Coffee O yang populer di Kerajaan Upin Ipin™ ya. Ini maksudnya Buku Oke. buku yang kalau dibaca bikin aku bilang, "Oke," dalam segala gradasinya, mulai dari "ga jeleklah" sampai "Gila anjr*tkerenbanget!!!"

Kedua, Buku NO. Kembali, ini nggak ada hubungannya dengan Nahdlatul Oelama (maksa deh,) maupun Nutup Oeban (maksaaaaaa,) tapi merupakan kependekan dari Nyaris Oke. Ini buku yang belum bisa kubilang bagus, tapi seandainya saja diperbaiki di beberapa aspek, akan kunilai lebih baik.

Ketiga, Buku GSK yang sama sekali ngga bermaksud nyebut GaSaK atau GuSraK apalagi Guruh SuKarnoputra. Ini adalah kependekan dari Ga Sengaja Kocak. Karya-karya macam ini rasanya ngga bisa ikhlas kubilang bagus. Namun, selama membaca, di dalamnya banyak hiburan-hiburan berupa keju dan kekonyolan yang bertebaran. Yang tentu saja asik dan bikin ngakak kalau dibahas di blog ini. 
   

Rabu, 09 Februari 2011

XAR & VICHATTAN: Seri Ahli Waris Cahaya BukuDua - Prahara (Bonmedo Tambunan - 2010)

Original review by Dewi Putri Kirana
Fine Tuned for Fikfanindo by FA Purawan and Luz B.

(Hosted by Guest Faeries: Pamanus Sotoyus dan Ceweka Sinisa)


Penerbit: Adhika-Pustaka.
Penyunting: Arie Prabowo & Leony Siregar
Ilustrasi Sampul: Imaginary Friends Studio; Hendryzero Prasestyo & Eko Puteh
Perwajahan Sampul & Isi: Lewi Djayaputra
Tebal: 425 halaman plus Glossarium


Pada suatu siang, DPK, seorang pembaca XAR & VICHATTAN: Prahara terlihat mendaki pegunungan berbatu. Berkali-kali ia merutuk gelisah, lalu memeriksa peta. Tiga hari sudah berlalu sejak ia meninggalkan Desa Cimea. Padahal, pedagang bertubuh tinggi besar dan membawa pedang-yang menjual peta itu-berkata bahwa Hutan Eros harusnya sudah tampak setelah dua hari perjalanan.

Sebentar kemudian DPK menemukan sebuah gua kecil di sisi tebing. Menurut peta, gua itu seharusnya bukan gua, tapi sebuah cabang jalan biasa. Biarin deh, pikir DPK. Ia sudah sangat telat. Sang pengarang, Bonmedo Tambunan, pastilah sudah lama menunggu. Dan kalau gue kelamaan, takutnya Om Boni keburu disantap ingenscorpus. Hiii~!

Senin, 01 November 2010

BIRU INDIGO (Putra Perdana - 2010)


By FA Purawan


Penerbit: Voila (PT. Mizan Publika)
Penyunting: Nuraini Mastura
Penyelaras Aksara: Arief, Indah N.
Ilustrator: -
Desain Sampul: -
Tebal: 448 Halaman

"Namaku Elang, sopir taksi Surya. Hari ini aku telah menabrak seorang pemuda, dan aku mendapat firasat aneh bahwa aku akan berjumpa lagi dengannya."

"Namaku Amelia, siswi kelas 1 SMU 29. Hari ini aku telah membuktikan bahwa aku bisa menyembuhkan orang lain, dan aku tahu bahwa aku akan melakukannya lagi bila waktunya tiba."

"Namaku Rikko, Aku Junkie, dan aku cuma pengen satu hal. Aku pengen ... BOKER."


Bah, gue demen banget sama line ketiga itu! Hahahah. This author got style, dan gue cukup senang dengan gayanya, walau belum dapat kukatakan bahwa aku sudah puas dengan keseluruhan presentasi bukunya, yang berjudul Biru Indigo, karya pengarang Putra Perdana.

Senin, 25 Oktober 2010

VALHARALD: Kesatria Talismandala dan Pertempuran di Vincha (Adi Toha - 2010)

By Luz B

Penerbit: DIVA Press
Editor: Nisrina Lubis
Tata Sampul: Gobaqsodor
Tata Isi: S. Lestari
Jumlah Halaman: 411


Valharald.

Kalau mendengar itu, apa yang pertama-tama terbayang di kepala anda? Nggak ada? Bingung? ngawang-ngawang? Iyah, sama. Oleh karena itu aku ngeriset dikit untuk menemukan apa itu Valharald dengan memakai metode guru Pendidikan Kewarganegaraan waktu mendefinisikan bahwa "demokrasi terdiri dari kata demos dan kratein."

Valharald terdiri dari kata "Valhalla" dan "Harald". Jika diterjemahkan dengan sangat, sangat, sangat bebas, kedua kata ini masing-masing berarti "Pub Surgawi" dan "Gembong Viking." Lengkapnya, silakan agar tautan-tautan yang kukasih diklik saja.
  

Minggu, 13 Juni 2010

THE CHRONICLES OF WILLY FLARKIES: Petualangan Memasuki Dunia Upside Down (Satrio Wibowo - 2010)


by FA Purawan

Penerbit: Imania
Penyunting: Wijdan Aljufry
Penerjemah: Dian Guci
Desain Sampul: Kebun Angan
Desain Isi: Dini Handayani
Tebal: 448 halaman.


Uhm, The Tough Case of Willy Flarkies Chronicles, atau mungkin tepatnya: The Chronic Case of (Disorderly Written) Willy Flarkies (and His) Upside Down World, or Downside World, Which One Is Correct, Anyway, And Oh So Upsidedownsidewayupdownrightdull Storytelling.

Serem amat, judul ini.

Yah, pada kenyataannya tidak seseram itu. Novel dengan judul panjang di atas sesungguhnya merupakan fenomena menarik, setidaknya untuk menggambarkan kesempatan dan kemungkinan luas yang (masih) ada di dalam ranah kepenulisan novel-novel Indonesia. Ada banyak possibilities yang bisa dieksplorasi oleh para aspiran penulis, aspiran penerbit, bahkan (sesuatu yang cukup 'baru' di sini:) aspiran agen literasi.

Agen literasi? Mari kita bicarakan itu setelah ngebahas novelnya dulu.

Novel berjudul unik ini, pada awalnya tak saya lirik, saat saya seperti biasa browsing di toko buku Gramedia. Tak aneh, sebab saya memang khusus hanya memburu novel-novel Fantasy lokal, dan si novel Willy Flarkies, awalnya, dengan judul inggris, tokoh-tokoh bernama barat dan ilustrasi cover ala novel terjemahan, membuat saya mengira buku ini hanyalah salah satu dari sekian banyak terbitan fantasy terjemahan yang latah dengan fenomena Harry Potter. Apalagi dengan endorsemen pak LKH yang tercantum di halaman depan yang nyata-nyata mengatakan bahwa ini novel terjemahan (dari bahasa Inggris).

Saya memang melihat nama lokal: Satrio Wibowo. Saya kira nama penerjemahnya.

Lalu satu kali saya menemukan buku yang tak berplastik. Saya buka halaman depan, saya temukan pula nama Dian Guci sebagai penerjemah. Makin kuat vonis bahwa ini novel terjemahan. Tapi jadinya ada fakta yang nggak masuk logika: Kalau ini novel terjemahan dan nama penerjemahnya Dian Guci, lalu siapa nama Satrio Wibowo di sampul depan? Dan yang membuat saya terbelalak adalah ternyata Satrio Wibowo adalah benar-benar nama pengarangnya.

Lho, ada novel lokal yang terjemahan? Siapa juga pasti garuk-garuk kepala.